Posted by : Okky's Blog
Sunday, March 4, 2012
Semakin lama kebutuhan bahan bakar fosil
semakin meningkat. Namun, persediaan bahan bakar fosil tidak sebanyak
jumlah yang harus disediakan. Selain itu, bahan bakar fosil menyebabkan
emisi gas CO2 semakin banyak di udara. Sehingga dibutuhkan
alternative bahan bakar pengganti bahan bakar fosil. Salah satu sumber
bahan bakar ramah lingkungan adalah mikroalga.
Mikroalga merupakan alternatif bahan bakar yang dapat menghasilkan biofuel.
Mikroalga merupakan sel individual yang bergerak bebas di perairan.
Mikroalga terdapat pada kolam air dan dapat dibudidayakan dan memiliki
banyak keuntungan dibanding produk pertanian lainnya seperti dapat
tumbuh lebih cepat dan diproduksi sebagai sumber bahan bakar ramah
lingkungan.
Alga dikenal secara luas sebagai sumber
biomassa paling produktif yang berasal dari alam. Selain itu, alga
merupakan organisme paling bernutrisi. Mikroalga mengandung pigmen
alami, protein, vitamin, dan karbohidrat dalam jumlah yang tinggi. Dan
kaya akan miny
ak dan asam lemak jenuh, termasuk asam lemak polyunsaturated.
Sebelumnya telah diketahui, metode
menyuling minyak dari mikroalga memiliki beberapa kelemahan. Hasil yang
didapatkan adalah kandungan oksigen terlalu tinggi dan susah mengalir
pada suhu rendah, atau mengandung katalis sulfur yang dapat
mengkontaminasi produk. Sayangnya, belum ada katalis yang cukup efisien.
Para ilmuwan di Munich saat ini
mengusulkan proses baru, di mana mereka telah mengembangkan katalis
baru: nikel pada pendukung yang berpori terbuat dari zeolite HBeta.
Mereka telah menggunakan bahan ini untuk mencapai konversi mentah minyak
alga yang tidak diberi perlakuan di bawah kondisi ringan (260oC,
tekanan hidrogen 40 bar). Produk tersebut merupakan bahan bakar diesel
dengan rantai hidrokarbon jenuh yang cocok untuk kendaraan dengan mutu
berkualitas.
Minyak yang diproduksi dari alga
sebagian besar terdiri dari lemak netral seperti mono-, di-, dan
triglycerides dengan asam lemak tak jenuh C18 sebagai komponen utama
(88%). Setelah reaksi selama 8 jam, para peneliti mendapatkan 78% lemak
alkana dengan octadecane (C18) sebagai komponen utama. Produk sampingan gas adalah propane dan metana.
Analisis mekanisme reaksi menunjukan bahwa hal tersebut merupakan reaksi cascade. Tali ganda pertama rantai asam lemak tak jenuh triglycerides
menjadi jenuh dengan hydrogen. Lalu, asam lemak jenuh mengambil
hydrogen dan memisahkan diri dari komponen glycerin, yang bereaksi untuk
membentuk propane. Pada langkah terakhir, kelompok asam dalam asam
lemak dikurangi secara bertahap agar sesuai dengan alkana.
Sumber: sciencedaily.com dan aeonbiogroup.com


